Negara dengan Fasilitas Kesehatan Gratis: Daftar dan Sistem yang Perlu Diketahui
Akses terhadap layanan kesehatan adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Namun, biaya pengobatan yang mahal sering menjadi kendala di banyak negara. Karena itu, sistem fasilitas kesehatan gratis atau layanan kesehatan yang dibiayai negara menjadi topik yang menarik untuk dibahas.
Lalu, negara mana saja yang menyediakan fasilitas kesehatan gratis bagi warganya? Bagaimana sistemnya bekerja? Apakah benar-benar gratis tanpa biaya sama sekali?
Artikel ini akan membahas secara lengkap negara-negara dengan sistem kesehatan gratis atau hampir gratis, serta bagaimana mekanismenya berjalan.
Apa yang Dimaksud dengan Fasilitas Kesehatan Gratis?
Istilah “kesehatan gratis” biasanya merujuk pada sistem layanan kesehatan yang:
- Dibiayai oleh pajak atau asuransi nasional.
- Memberikan akses layanan medis tanpa pembayaran langsung saat berobat.
- Berlaku bagi seluruh atau sebagian besar warga negara.
Namun, penting dipahami bahwa “gratis” di sini bukan berarti tanpa biaya sama sekali. Umumnya, biaya layanan ditanggung melalui pajak atau iuran wajib yang dibayarkan masyarakat.
Negara dengan Sistem Kesehatan Gratis atau Universal
Berikut beberapa negara yang dikenal memiliki sistem kesehatan universal dengan biaya sangat terjangkau atau gratis saat digunakan.
1. Inggris
Inggris memiliki sistem kesehatan bernama National Health Service (NHS).
Ciri-cirinya:
- Dibiayai dari pajak.
- Warga negara tidak membayar saat berobat.
- Layanan mencakup dokter umum, rumah sakit, dan operasi.
Beberapa layanan seperti resep obat mungkin dikenakan biaya kecil, tergantung wilayah.
2. Kanada
Kanada memiliki sistem kesehatan publik yang dikelola masing-masing provinsi.
Karakteristiknya:
- Warga negara dan penduduk tetap mendapat layanan medis dasar tanpa biaya langsung.
- Biaya ditanggung melalui pajak.
- Tidak semua layanan seperti obat resep atau perawatan gigi sepenuhnya gratis.
3. Australia
Australia memiliki sistem bernama Medicare.
Fitur utamanya:
- Layanan kesehatan dasar gratis atau bersubsidi.
- Pemerintah menanggung sebagian besar biaya perawatan rumah sakit publik.
- Dibiayai melalui pajak khusus kesehatan.
4. Jerman
Jerman menerapkan sistem asuransi kesehatan wajib.
Ciri sistemnya:
- Semua warga wajib memiliki asuransi kesehatan.
- Biaya ditanggung bersama oleh pekerja dan pemberi kerja.
- Layanan medis berkualitas tinggi dengan biaya rendah bagi pasien.
5. Prancis
Prancis dikenal memiliki salah satu sistem kesehatan terbaik di dunia.
Karakteristiknya:
- Biaya pengobatan sebagian besar ditanggung negara.
- Sistem asuransi nasional sangat kuat.
- Warga biasanya membayar kecil di awal dan diganti oleh sistem asuransi.
6. Swedia
Swedia menggunakan sistem berbasis pajak untuk mendanai layanan kesehatan.
Fitur utamanya:
- Biaya konsultasi sangat rendah.
- Anak-anak dan lansia sering mendapat layanan gratis.
- Rumah sakit publik berkualitas tinggi.
7. Norwegia
Norwegia memiliki sistem kesehatan universal yang dibiayai pajak.
Meskipun ada biaya kecil untuk beberapa layanan, setelah mencapai batas tahunan tertentu, layanan menjadi gratis.
8. Denmark
Denmark menyediakan layanan kesehatan publik yang sepenuhnya dibiayai pajak.
Warga negara:
- Tidak membayar biaya rumah sakit.
- Tidak membayar konsultasi dokter umum.
- Mendapat akses luas ke layanan kesehatan.
9. Selandia Baru
Selandia Baru memiliki sistem kesehatan publik yang kuat.
Layanan rumah sakit publik gratis bagi warga dan penduduk tetap. Beberapa layanan tambahan mungkin memiliki biaya subsidi.
10. Brasil
Brasil memiliki sistem kesehatan publik bernama SUS (Sistema Único de Saúde).
Semua warga negara memiliki hak atas layanan kesehatan gratis, termasuk operasi dan vaksinasi.
Apakah Benar-Benar Gratis?
Walaupun disebut gratis, sistem ini tetap memiliki sumber pendanaan, yaitu:
- Pajak penghasilan
- Pajak khusus kesehatan
- Iuran asuransi wajib
- Kontribusi pemerintah
Artinya, masyarakat tetap membayar secara tidak langsung melalui pajak.
Keuntungan Sistem Kesehatan Gratis
Beberapa manfaat sistem kesehatan universal antara lain:
- Akses merata bagi seluruh warga.
- Tidak ada hambatan biaya saat kondisi darurat.
- Tingkat kesehatan masyarakat lebih baik.
- Pencegahan penyakit lebih optimal.
- Mengurangi ketimpangan sosial.
Sistem ini membantu memastikan bahwa setiap orang mendapat perawatan yang layak.
Tantangan Sistem Kesehatan Gratis
Meski memiliki banyak kelebihan, sistem ini juga memiliki tantangan, seperti:
- Waktu tunggu yang panjang.
- Beban anggaran negara yang besar.
- Pajak relatif tinggi.
- Tekanan pada tenaga medis.
Namun banyak negara berhasil menjaga keseimbangan antara kualitas layanan dan pembiayaan.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia memiliki sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.
Sistem ini:
- Bersifat wajib.
- Dibiayai melalui iuran dan subsidi pemerintah.
- Memberikan layanan kesehatan dengan biaya sangat terjangkau.
Meskipun tidak sepenuhnya gratis, sistem ini membantu memperluas akses kesehatan bagi masyarakat luas.
Mengapa Tidak Semua Negara Menerapkan Sistem Ini?
Beberapa alasan negara tidak memiliki sistem kesehatan gratis penuh:
- Keterbatasan anggaran.
- Sistem pajak yang berbeda.
- Struktur ekonomi dan politik.
- Kebijakan berbasis asuransi swasta.
Setiap negara memiliki pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan ekonominya.
Kesimpulan
Beberapa negara seperti Inggris, Kanada, Australia, Jerman, Prancis, Swedia, Norwegia, Denmark, dan Selandia Baru dikenal memiliki sistem kesehatan universal yang memungkinkan warga mendapatkan layanan medis gratis atau hampir gratis saat digunakan.
Namun, “gratis” di sini berarti dibiayai melalui pajak atau asuransi nasional, bukan tanpa biaya sama sekali.
Sistem kesehatan gratis bertujuan memberikan akses merata bagi seluruh masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Meskipun memiliki tantangan, banyak negara membuktikan bahwa sistem ini dapat berjalan efektif dengan manajemen yang baik.
Memahami bagaimana sistem kesehatan di berbagai negara bekerja membantu kita melihat pentingnya akses layanan medis yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.